Manusia memang diciptakan untuk berpasang-pasangan antara
laki-laki dan perempuan untuk menjadi suami isteri. Akan tetapi banyak
orang tua atau wali yang merusaknya dengan memaksakan kehendak kepada
anaknya dengan memberikan jodoh yang mungkin tidak sesuai dengan
keinginan yang dijodohkan. Jika anaknya mau dengan senang hati ya tidak
apa-apa, namun jika tidak mau atau terlihat sedikit sedih sebaiknya
jangan diteruskan.
Perjodohan memang maksudnya baik, akan tetapi harus melihat situasi
dan kondisi juga. Jika anak kita bisa mencari jodoh sendiri dengan
baik, sebaiknya orangtua memberi dukungan dan arahan saja. Tetapi
apabila anak kita belum dapat-dapat jodoh, minta dijodohkan, salah pilih
jodoh, ada baiknya orangtua atau wali membantu mengenalkan dengan lawan
jenis yang mungkin akan disukai anak kita. Jika tidak mau ya jangan
dipaksa karena hanya akan berdampak buruk pada kedua mempelai pasangan
tersebut.
Dokter Cinta akan memberi Beberapa Penyebab Perjodohan :
1. Tidak Ada Cinta
Jika dari awal tidak ada cinta, bisa jadi setelah menikah tetap tidak
ada cinta di antara kedua orang yang dijodohkan tersebut. Yang sewaktu
pacaran saling cinta saja bisa jadi musuhan setelah menikah apalagi
yang dari awal ada rasa benci setengah mati karena dipaksa kawin.
2. Kehilangan Gairah Hidup
Jika sudah tidak ada cinta dalam hidup, bisa membuat orang malas
menjalani sisa hidup. Apalagi jika ditambah pasangan punya banyak
keburukan yang tidak mau diperbaiki, ekonomi sulit, keluarga pasangan
tidak baik, lingkungan masyarakat sekitar kurang baik, dan lain-lain.
Jika sudah begitu maka bisa membuat seseorang jadi tempramental,
malas-malasan, dengki, dan lain sebagainya.
3. Kurang Peduli Keluarganya
Menikah karena terpaksa akibat dijodohkan paksa bisa membuat
seseorang jadi kurang peduli dan kurang mencintai keluarganya. Suami
atau isteri bisa diacuhkan dan bahkan anak-anak pun bisa juga tidak
dipedulikan karena tidak adanya rasa cinta dari awal menikah dan
kebencian terhadap pernikahan paksa yang dijalaninya dengan penuh
kepura-puraan.
4. Mamicu Perselingkuhan
Yang bahaya adalah jika setelah menikah satu atau kedua belah pihak
mencari cinta yang lain yang lebih sejati tanpa kepura-puraan. Bisa
jadi akan ada jalinan kasih kembali dengan mantan pacar atau pria/wanita
lain yang baru dicintainya.
5. Bisa Menimbulkan Konflik dan Ujungnya Cerai
Apabila sudah tidak ada gairah dalam menjalani rumah tangga, tidak
ada cinta, cuek terhadap anak dan suami/istri, selingkuh, sering
berselisih dengan anggota keluarga, terjadi kekerasan fisik, dan
lain-lain maka bisa menjadi bumerang yang berujung pada perceraian.
Yang menjadi korban tidak lain adalah anak-anak hasil perkawinan yang
dijodohkan tersebut.
Oleh karena itu sebaiknya jangan menjodohkan anak atau orang lain
dengan cara memaksa, karena dampaknya tidak baik bagi masa dengan orang
yang dijodohkan baik yang satu maupun keduanya. Biarlah Tuhan yang
menentukan jodoh masing-masing orang di mana kita hanya sebagai
perantara saja. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Terima
Kasih sampai jumpa lagi.

salam kenal
BalasHapus